Monday, October 05, 2009

Nasihat Futihat

Perintah amar ma’ruf

Amar ma’ruf terdiri dari dua kata, yaitu amar artinya MEMERINTAH dan ma’ruf artinya YANG DIKENAL. Maksud yang dikenal adalah perintah Allah yang telah jelas tertulis dalam al-Qur’an/kitabNya. Jadi yang berwenang memerintah adalah dien Islam, dan masyarakat yang diperintahkan untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi maksiyat adalah masyarakat / ummat yang sudah terikat oleh dien Islam, kaum muslimin-muslimat, yang sudah mengenal Syari’at Islam. Adapun bagi orang yang belum terikat oleh aturan dan UU Islam sekalipun mengaku beragama islam (Karena Islam KTP), tidak ada kewajiban menjalankan Syari’at Islam. Ia harus terlebih dahulu diDakwahi, diajak untuk masuk ke dalam konfigurasi dien Al-Islam, “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh…….” (Qs 2 : 208), kemudian dibina untuk dikenalkan tentang Al-Islam dengan segala aturan (Syari’at)-Nya (Qs 62 :2). Setelah dia sadar, taslim terhadap Syari’at, maka wajib ia dikawal untuk senantiasa istiqomah dalam menjalankan segala perintah Allah/Amar ma’ruf. Apabila melanggar maka dikenai perintah nahyi munkar/dicegah untuk berbuat munkar. Syari’at Islam hanya sah dilaksanakan oleh Muslim, yaitu orang yang telah menyatakan diri masuk ke dalam al-Islam (Qs 68 : 39). Syari’at Islam hanya dapat diterapkan pada Masyarakat Muslim yang berada dalam wilayah dien Islam. Kaum Musyrik sekalipun melaksanakan Syaria’t Islam tidak akan diterima oleh Allah Swt, “….Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan” (Qs al-An’am (6): 88, al-Zumar (39) : 65

Perintah Nahyi Munkar

Nahyi Munkar terdiri dari dua kata, yaitu nahyi artinya melarang dan munkar artinya kemungkaran. Nahyi Munkar artinya melarang manusia melakukan kemungkaran. Orang yang dilarang melakukan kemungkaran ialah orang yang sudah terikat atau berada dalam al-Islam, dan dia sudah memahami Syari’at Islam. Kaum musyrik (sekalipun mengaku muslim) tidak akan bersedia meninggalkan perbuatan yang bertentangan dengan al-Qur’an, karena mereka tidak yakin kepadanya. Mereka disebutkan dalam al-Qur’an seperti binatang/kal an’am (Qs 7 : 179). Mereka terlebih dahulu harus diajak/diDakwahi dengan penuh bijaksana untuk memahami hakikat dirinya sebagai Insan (Qs 76 :1), mengenal Rabnya dan kewajiban padaNya (Qs 2 :21, Qs 56:51) hingga tersadarkan untuk berislam.

Dakwah bukanlah mengajak manusia melaksanakan perintah Allah. Dakwah adalah mengajak manusia untuk masuk kepada al-khair, dien al-Islam (Qs 3: 104) atau ke “Sabil” Allah (Qs 16 : 125). Setelah manusia berada dalam al-Khair/al-Islam, maka berlaku-lah amar ma’ruf nahyi munkar.

Alloh menjadikan bumi ini sebagai tempat tinggal, wadah bagi manusia untuk mengabdi kepadaNya. Dengan demikian Alloh memfungsikan manusia sebagai khalifah (Qs 2:30). Khalifah adalah wakil atau mandataris Alloh, pelaksana hukum Alloh di muka bumi. Jadi pembuat hukum adalah hak perogratif Alloh semata, sementara aparatur pelaksananya manusia.

Maka bumi ini layak dan berhak dikuasai, dipimpin oleh orang-orang beriman saja yang menjalankan fungsinya. Sehingga keberadaan bumi ini sebagai mulkyah allah. Namun…bagaimana halnya bila bumi ini dikuasai oleh manusia yang melampaui batas atau THOGUT?. Maka yang terjadi adalah ancaman/teror bagi eksistensi atau keberlangsungan bumi, segala isi dan seluruh penghuninya. Kekacauan senantiasa akan terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, IPOLEKSOSBUDHANKAM. Dan berbagai upaya telah diupayakan mengatasi kekacauan tersebut. Namun upaya2 tersebut akan sia-sia belaka, hanya sebatas tambal sulam. Pergantian kepemimpinan hanya pergantian sosok belaka, sementara akar permasalahannya, yaitu SISTEM yang akan mewadahi terlaksananya hukum Alloh dan akan mengikat manusia untuk beriman kepada Alloh saja tidak diupayakan untuk ditegakkan.

Hingga kini mereka (Thogut) itu sedang berkuasa. Maka segala hukum dan kebijakan yang diproduksi tidak akan menghasilkan manfaat apapun bagi manusia. Kemadlorotan dan kekacauan senantiasa akan berlangsung selama mereka menguasai tiap-tiap wilayah di bumi ini.

www.balakecrakan.wordpress.com

Sabilillah VS Sabilithoghe

“Orang-orang beriman berperang di Jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di Jalan Thogut. Sebab itu perangilah kawan-kawan Syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya Syetan itu lemah” (Qs An-Nisa [4] : 76)

Dalam Al-Qur’an kalimat sabil sering dihubungkan dengan kalimat Allah dan at-Thagut. Sehingga membentuk kalimah SABILILLAH, artinya “Jalan Allah”. atau SABILITHOGUT, artinya “Jalan Thogut”. Jalan Allah adalah jalan yang lurus, sedangkan Jalan Thagut adalah jalan yang sesat.

Sabilillah

Sabilillah adalah cara, sistem, metode atau sarana/prasarana untuk terlaksananya pengabdian kepada Allah. Tidak akan diterima amal seseorang kalau tidak berada pada SABILILLAH. Sebagai contohnya “INFAQ”. Allah menyuruh muslim agar berinfaq fi Sabilillah/di Jalan Allah. “Dan berinfaqlah di “jalan Allah”….” (Qs Al-Baqarah [2] : 195). Begitupun “DAKWAH”, Dakwah atau mengajak manusia bukan kepada kelompok, organisasi, partai, Syu’ubiyyah/Nasionalisme. Mengajak manusia yang benar adalah mengajak ke dalam Sabilillah. “Ajaklah manusia ke “jalan Rabmu” dengan bijaksana…”(Qs An Nahl [16] : 125). Kemudian berjihad atau berjuang membela kebenaran harus di dalam Sabilillah, “Dan berperanglah kalian “di Jalan Allah” ….(Qs Al-Baqarah [2] : 244)

Sabilithogut

Menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, bentuk Thagut antara lain :

* Penguasa Zalim yang menolak Hukum Allah (QS An-Nisa [4] : 51, 60)

* Institusi, baik lembaga organisasi atau lembaga Negara yang berhukum kepada selain hukum Allah (Qs A;-Maidah [5] : 44, 45, 47)

Adapun dasar hukum Thogut adalah filsafat/hawahu (Qs 23:71), Nenek moyang/Abaahu (Qs 5 : 104) dan hukum-hukum Jahiliyah. Dalam pelaksanaannya Sunatullah para pengikut Thagut akan memerangi para pendukung Sabilillah dengan menggunakan sistem, cara, metode buatan Thagut, diantaranya saat ini berdasarkan kesepakatan suara terbanyak manusia yang tidak tahu menahu hukum Allah atau DEMOKRASI (Qs 6 : 116), inilah yang dimaksud Sabilithagut.

Suatu hal yang ironi orang yang mengklaim berjuang fi Sabililllah tapi menggunakan sistem Thogut tersebut (Qs 4 : 60). Atau lebih ironi lagi, sudah memahami bahwa institusi tersebut adalah institusi Thogut tapi masih mengkritisi kebijakan-kebijakannya atau berada dibawah naungannya/perlindungan hukum.

Sementara Para Rasul Allah senantiasa bersikap “MUKHLISIINA LAHUDDIN” (QS 98 : 5), murni dalam bersistem tanpa ada campur baur dengan sistem gherul islam. Rasululullah saw dan para pelanjutnya hingga akhir jaman bersikap AL-BARO’AH (Qs 60 : 4), berlepas diri/tidak mau tahu/tidak peduli/tidak ambil pusing terhadap aturan-aturan maupun kebijakan-kebijakan Thagut, sembari bersikap AL-WALA kepada kepemimpinan dan aturan-aturan Allah. Sebagaimana halnya Nabi Muhamad Saw di awal perjuangan Islam membentuk DARUL ARQOM (sebagai tempat bermusyawarah/pembinaan umat) sebagai tandingan untuk melawan DARUN NADWAH (tempat berkumpulnya/musyawarah Abu Jahal dan pemimpin Quraiys). Rasululullah Saw dan para Sahabatnya tidak pernah bermusyawarah didalam Gedung Darun Nadwah, walau sempat diajak sekalipun dan tidak memperdulikan kebijakan-kebijakan Kubu Darun Nadwah, atau dengan kata lain tidak pernah BERDEMO di halaman Gedung Darun Nadwah untuk menegakkan Hukum Allah.

Tapi Rasululullah Saw memperkuat dan memperkokoh barisan Darul Arqom (Kaum muslimin) baik dari segi kualitas (Pembinaan, Qs 62 : 2) maupun Kuantitas (Dakwah, Qs 16 :125) untuk menyongsong tegaknya Hukum Allah dalam wujud Madinah, Daulah hingga Khilafah (Qs 25 :55).


www.balakecrakan.wordpress.com

Saturday, September 26, 2009

Pray of Love

Allohumma Inni As'Aluka Hubbaka Wa Hubba Man YuHibbuka Wa Hubba Yuballighunii Hubbak


==========================================================


Ya Allah sesungguhnya aku memohon cintaMu dan cinta orang yang mencintaiMu serta cinta orang yg menyampaikan cintaMu

Sunday, September 13, 2009

TALK & ACTION

DAKWAH tidak Sekedar KATA !

Dakwah yang kini identik dengan ceramah, tabligh, khutbah, nasihat atau pidato, dan dilakukan oleh segelintir orang (ustadz, mubaligh, santri, aktifis). Ternyata tidaklah sesempit itu maknanya. Namun Dakwah adalah suatu KERJA NYATA yang harus dilakukan oleh setiap orang yang sudah menyatakan keimanannya/ikrar Syahadatain kepada Allah melalui aparatNya (Qs 48 : 10), dalam rangka melahirkan manusia-manusia yang siap ditata dan diatur, serta tunduk pada kehendak-Nya (Mukmin-Mukhlis). Yang akan menjadi penyangga dalam rangka tegaknya AL-ISLAM di dunia ini umumnya dan di Indonesia khususnya. Dengan jelas dan tegas bahwa dakwah yang dilakukan adalah untuk MENGAJAK manusia yang berada dalam system nonwahyu (jahiliyah/batil/thogut) kepada system wahyu (al Islam), BUKAN MENGAJAK manusia kepada kelompok, golongan, organisasi, faksi ataupun partai (Ashobiyah).

Jelaslah sudah bagi semua, bahwa dakwah yang dilakukan adalah suatu proses atau usaha untuk mengajak manausia ke dalam Al-Khoir (Al Islam YANG TERLEMBAGAKAN) (Qs Ali Imron [3] : 104) atau ke dalam sabili Rabbika (Qs an-Nahl [16] : 125), serta mengeluarkan manusia (Qs Ali Imran [3] : 110) dari kegelapan kepada cahaya (Qs al-Baqarah [2] :257), secara tegas adalah dari system thogut kepada system Islam, dari al-Bathil kepada al-Haq, atau dari Darul Kufar kepada Darul Islam (Qs an-Nahl [16] : 36).

Pada titik puncaknya dakwah adalah mengajak manusia agar meninggalkan system thogut dan menerima system Allah dengan konskwensi meninggalkan loyalitas terhadap system thogut dan memberikan loyalitas kepada system Islam.

Rasul Saw sebagai USWAH hasanah dalam kehidupan ini telah memberikan contoh bahwa yang pertama kali beliau lakukan adalah mengubah SISTEM. Dari SISTEM Thogut kepada sistem Islam (Qs 16:36, Qs 2:256). Dan beliau terlebih dahulu menyadarkan dan mengajak (dakwah) perindividu kepada sistem islam sehingga terbentuk masyarakat yang berSistem Islam, bangsa yang bersistem Islam (Madinah) hingga dunia yang bersistem Islam(Khilafah fil Ardli).

Semoga para da’I dan da’iyah, mujahid-mujahidah dakwah agar dapat memaksimalkan daya juangnya, melaksanakan tugas dalam rangka darma bakti kepada Allah Swt serta MENDZAHIRKAN Daulah Islam (DI) ala MINHAJIN NUBUWAH di muka bumi umumnya, Indonesia khususnya.

“Hai kalian mujahid-mujahidah dakwah hanya ada dua pilihan bagi kita! “Jadi aktor atau hanya jadi penonton, Maju kedepan menjadi ksatria atau mundur kebelakang menjadi pecundang”

“Jihad tidak akan pernah tertidur, perjuangan tak akan pernah berakhir, kebatilan akan lenyap”.

Camkan semua itu ! Wahai Mujahid-mujahidah dakwah


“Dan harus ada diantara kalian umat yang mengajak kepada Al-Khoer dan memerintah al-ma’ruf dan mencegah kemungkaran…..”(Qs ali Imron[3] : 104)

www.balakecrakan.wordpress.com

"Agama Masa Depan"

Manusia diciptakan oleh Allah di muka bumi tugasnya adalah untuk beribadah kepadaNya (Qs 51:56, Qs 2:21). Agar tugas pengibadahan ini terlaksana, maka manusia difungsikan oleh Alloh sebagai Khalifah (Qs 2 : 30). Dimana makna Khalifah adalah wakil, mandataris atau pelaksana hukum-hukum Allah di muka bumi. Maka agar fungsi ini terlaksana, diperlukan adanya institusi yang disebut lembaga kekhilafahan atau Khilafah fil ardli. Maka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penegakkan kekhilafahan adalah sesuatu yang prinsipil atau sesuatu yang mesti keberadaannya. Atau dengan kata lain, penegakkan Kekhilafahan BUKAN ALTERNATIF, dikarenakan sistem-sistem non kekhilafahan gagal dalam mensejahterakan umat manusia. Tapi ia merupakan kewajiban yang perlu diperjuangkan oleh tiap individu yang mengaku muslium.

Alloh menjadikan bumi ini sebagai tempat tinggal, wadah bagi manusia untuk mengabdi kepadaNya. Dengan demikian Alloh memfungsikan manusia sebagai khalifah (Qs 2:30). Khalifah adalah wakil atau mandataris Alloh, pelaksana hukum Alloh di muka bumi. Jadi pembuat hukum adalah hak perogratif Alloh semata, sementara aparatur pelaksananya manusia.

Maka bumi ini layak dan berhak dikuasai, dipimpin oleh orang-orang beriman saja yang menjalankan fungsinya. Sehingga keberadaan bumi ini sebagai KERAJAAN ALLOH. Namun…bagaimana halnya bila bumi ini dikuasai oleh manusia yang melampaui batas atau THOGUT?. Maka yang terjadi adalah ancaman/teror bagi eksistensi atau keberlangsungan bumi, segala isi dan seluruh penghuninya. Kekacauan senantiasa akan terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, IPOLEKSOSBUDHANKAM. Dan berbagai upaya telah diupayakan mengatasi kekacauan tersebut. Namun upaya2 tersebut akan sia-sia belaka, hanya sebatas tambal sulam. Pergantian kepemimpinan hanya pergantian sosok belaka, sementara akar permasalahannya, yaitu SISTEM yang akan mewadahi terlaksananya hukum Alloh dan akan mengikat manusia untuk beriman kepada Alloh saja tidak diupayakan untuk ditegakkan.

Hingga kini mereka (Thogut) itu sedang berkuasa. Maka segala hukum dan kebijakan yang diproduksi tidak akan menghasilkan manfaat apapun bagi manusia. Kemadlorotan dan kekacauan senantiasa akan berlangsung selama mereka menguasai tiap-tiap wilayah di bumi ini.

Namun untuk menegakkan lembaga Khilafah fil ardli ini tidak sebatas wacana atau opini untuk menjadi konsumsi publik dan menjadsi istilah yang latah. Tapi perlu adanya tindakan kongkrit yang pelaksanaannya harus sistematis, terpola dan berproses. Maka dalam hal ini Rasul Saw sebagai sumber ittiba’ (”katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku (muhammad)…(Qs ali imran [3] :31) memberikan contoh, pola, sistem atau proses dalam menegakkan kekhilafahan.

Pertma kali yang dilakukan oleh beliau adalah membentuk masyarakat tauhidi, masyarakat yang hanya meng-agungkan Allah seraya menafikan sistem masyarakat musyrikin. Atau yang biasa disebut AL-BARO’AH (Qs 60:4), berlepas diri dari sistem jahiliyah dan berwala’ kepada sistem islam saja. Masyarakat tauhidi inilah sebagai cikal bakal untuk terbentuknya basis awal Kekhilafahan. Dimana Yatsrib dipilih sebagai tempat pertma dan utama untuk terwujudnya MADINAH (Negara Islam Yatsrib) hingga terjadinya Futuh Makah. Karena Madinah ini bukan negara Ashobiyah atau bersifat Nasionalisme, tapi berbentuk DAULAH, inklusif, membuka diri dari wilayah-wilayah Islam di luar Yatsrib dan Jazirah Arab untuk bertahkim ke MADINAH. Inilah yang disebut Pemerintahan Kehilafahan, pusat pemerintahan islam sedunia. Dan pola, sistem, proses inilah yang dicontohkan oleh tauladan kita semua, Nabi Muhammad Saw dalam menegakkan Kekhilafahan.

Bila ada kelompok atau golongan yang mengklaim hendak menegakkan Kekhilafahan, namun tidak berpola kepada SUNAH PERJUANGAN atau SUNAH AF’ALIYAH Rasul maka apa namanya kalau tidak disebut BID’AH. Menegakkan Kekhilafahan tanpa terlebih dahulu membentuk masyarakat Islam yang siap sami’na wa atho’na terhadap Syari’at Allah adalah hal yang naif, tapi justru berbaur/berkolaborasi dengan sistem dan masyarakat Jahiliyah.

Ingat, Landasan ideologinya adalah Kalimah Tauhid, Laa ilaaha=tidak ada ilah, hukum, sistem, UU, Ideologi, Illalloh=Kecuali Alloh sebagai sumber HUKUM, sistem dan sumber ideologi pelaksanaannya yang dijabarkan oleh Muhammadarrasululloh dalam Sunahnya

www.balakecrakan.wordpress.com

Friday, September 11, 2009

PAGANISM

Kalau kita fahami sejarah rosulullah muhammad saw, musyrik mekkah adalah masyarakat yang loyal pada kepemimpinan sistem yang dipimpin oleh abu jahal dan abu lahab melalui mekanisme system yang diatur di parlemen darunnadwah dengan simbolisasi berhala orang-orang shaleh terdahulu seperti latta, uzza, mannat dan hubbal yang sangat samar,ambigu, prasangka,bias dan penuh ketidakjelasan bahkan mungkin jika kita hidup pada masa itu bisa jadi tidak menyadari bahwa kita hidup di tengah system syirik/pagan karena semuanya telah terkondisikan secara wajar, indah oleh tipudaya iblis dan kawan-kawannya dengan menjadikan perilaku, adat istiadat, kehidupan keseharian yang setiap hembusan nafas akan mengarah pada kesyirikan yang tidak disadari dan mengira sebagai suatu kebaikan

15:39. Iblis berkata: "ya tuhanku, oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,


Kita akan akan sangat tidak mudah untuk mengatakan “hidup pada masa rosul sangat mudah untuk menentukan kemana kita berbaris, karena rosul yang haq ada” bisa jadi kita adalah orang yang mengingkari kerasulan nabi muhammad saw saat itu karena begitu rumitnya kewajaran paganisme/syirik yang diciptakan saat itu dan akan aneh ketika menghadapi dakwah rosul hal itu diperkuat dengan alibi bahwa masyarakat musyrik mekkah saat itu mengklaim dirinya pelanjut estafet kepemimpinan millah ibrahim melalui keturunannya ismail as. Indikasinya mereka masih menjalakan tradisi ritual syariat millah sholat puasa, infaq, haji dll


Sholat

8:35. Sholat mereka di sekitar baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.


Infaq

8:36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,


Zakat

6:136. Dan mereka memperuntukkan bagi allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: "ini untuk allah dan ini untuk berhala-berhala kami." maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka[508]. Amat buruklah ketetapan mereka itu.


[508]. Menurut yang diriwayatkan bahwa hasil tanaman dan binatang ternak yang mereka peruntukkan bagi allah, mereka pergunakan untuk memberi makanan orang-orang fakir, orang-orang miskin, dan berbagai amal sosial, dan yang diperuntukkan bagi berhala-berhala diberikan kepada penjaga berhala itu. Apa yang disediakan untuk berhala-berhala tidak dapat diberikan kepada fakir miskin, dan amal sosial sedang sebahagian yang disediakan untuk allah (fakir miskin dan amal sosial) dapat diberikan kepada berhala-berhala itu. Kebiasaan yang seperti ini amat dikutuk allah.


Haji

9:19. Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan allah? Mereka tidak sama di sisi allah; dan allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.


Berqurban

6 : 137. Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agama-nya. Dan kalau allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggallah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.


Itikad baik orang-orang musyrik ingin menyembah / beribadah dan mendekatkan diri kepada allah dengan cara yang sangat simbolis melalui media perantara yakni replika (berhala) orang-orang shaleh terdahulu yang telah meninggal dengan menyerahkan kepercayaan penjagaan, pengurusan dan pengaturan kehidupan kepada seseorang penjaga dan pemegang kunci pintu ka’bah yang memiliki otoritas kekuasaan dalam mengatur, menertibkan 360 lebih berhala dari berbagai kabilah dengan sebuah keyakinan media perantara tersebut menyampaikan segala pengharapan / aspirasi kepada al-haq/allah untuk mecapai kebahagiaan hidupnya


23:84-89. Katakanlah: "kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?" 85. Mereka akan menjawab: "kepunyaan allah." katakanlah: "maka apakah kamu tidak ingat?" 86. Katakanlah: "siapakah yang empunya langit yang tujuh dan yang empunya 'arsy yang besar?" 87. Mereka akan menjawab: "kepunyaan allah." katakanlah: "maka apakah kamu tidak bertakwa?" 88. Katakanlah: "siapakah yang di tangan-nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-nya, jika kamu mengetahui?" 89. Mereka akan menjawab: "kepunyaan allah." katakanlah: "(kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?"


13:16. Katakanlah: "siapakah tuhan langit dan bumi?" jawabnya: "allah." katakanlah: "maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?." katakanlah: "adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" katakanlah: "allah adalah pencipta segala sesuatu dan dia-lah tuhan yang maha esa lagi maha perkasa."


Ingatlah, hanya kepunyaan allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain allah (berkata): "kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada allah dengan sedekat- dekatnya." ( qs 39 : 3 )


Katakanlah: "siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" maka mereka akan menjawab: "allah." maka katakanlah "mangapa kamu tidak bertakwa kepada-nya)?" ( qs 10 : 31 )

Katakanlah: "siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" maka mereka akan menjawab: "allah." maka katakanlah "mangapa kamu tidak bertakwa kepada-nya)?" ( qs 10 : 31 )


Padahal sebenarrnya segala persangkaan, pengharapan mereka terhadap perantara tersebut hanyalah kebodohan dan hakikatnya mereka beribadah kepada syaitan. Peran penjaga dan pemegang kunci berhala yang mengakomodasi aspirasi pengharapan melalui media perantara replika (berhala) berhasil diperankan oleh abu jahal (abu al-hakam) dengan dukungan system ribawi yang dibangun oleh abu lahab, umayyah (majikan bilal) dan pembesar Quraisy lainnya melalui mekanisme yang rapih dan teratur didalam musyawarah di darunnadwah


Yang mereka sembah selain allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, ( 4 : 117 )


3:95. Katakanlah: "benarlah (apa yang difirmankan) allah." maka ikutilah agama ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.


6:161. Katakanlah: "sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama ibrahim yang lurus, dan ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik."

Wednesday, September 02, 2009

Muludan di LP3I Bogor (Basi Bgt)

SEJARAH PERJUANGAN ROSULULLAH SAW

Mengenang & Meneladani Sebuah Pesan dari Rosul


Proses / Pola Perjuangan

Amanu – hajaru – Jahadu – Faidzun QS 9:20

Periode Mekkah – Madinah – Futuh Mekkah


Kekuatan Rosulullah SAW

1. Wahyu

2. Tauhid

3. Jamaah / Dien Islam

- para shahabat & ahl bayt


Musuh Rosul

Setan dari golongan Jin & Manusia serta kawan-kawannya


Kekuatan Musuh

1. Darunnadwah

2. Dien Bathil

3. Pasukan Bersenjata

4. 4 berhala Utama Latta Uzza, Manath, Hubbal dan 360 berhala representasi dari kabilah-kabilah yang ada

5. Masyarakat Jahilyah / Musyrikin


Kondisi Masyarakat Jahilyah

1. Syirik

2. Perbudakan

3. abortus

4. System Ribawi

5. pertikaian antar kabilah


Pelaku-Pelaku Sejarah

1.Rosulullah SAW & Para Shahabat, Ahl bayt

2.Abu jahl, Abu Lahab, Umayyah, Abu Sofyan, Abdullah bin Ubay


Masyarakat Jazirah Arab dari kabilah-kabilah yang ada dapat dibagi menjadi 3 kelompok :

1.Mu’min

2.Ahl Kitab

3.Musyrik

Saturday, August 29, 2009

History (in Islam)

There are differences of principle about the meaning of history in the eyes of Western people and Islam. In a secular society, history is understood as a cycle that flows naturally. There is no God and the purpose behind the event. In the West, the course of history is determined by material factors in particular, economic development (Marxists, Hegel). From the materialistic and secular outlook is Fukuyama through the title of his book 'The End of History' said that liberal capitalism and democracy is the last model in the history of Western human life.

In Islam, the history of moving because of the human will is not governed by the laws of nature. History is governed by the laws of God. Law of God is in the nature of Islam is called an open book or unwritten. We can not understand the open book unless guided by a book which is written al-Qur'an. Although history is governed by the laws of God, but God does not become a part of it because He is Transcendent. Humans were given the freedom to choose his way of life (history) because humans are not inanimate objects; humans were given instructions and promises, given the reason and the will.

Again in view of the history of secular materialistic ends of the earth. Humans live once and then die. In Islamic history ended on the day of reckoning and is outside of history in a secular sense it.

So, the writing of history is a process depiction of the human facts objectively, but at the same time the object was placed on the balance of concepts contained in the book of God's reality is the written or unwritten. some of the Greek historian Dionysius of Halicarnassus (lived 1st BC) true that history is philosophy teaching by example.

History as an example can be reviewed in the word of God that said "Sees thou not how Allah sets forth a parable of good lines like a good tree, whose root is firm and its branches (rose) into the sky. It brings forth its fruit at every season by the permission of their Lord. God set forth parables for mankind so that they always remember "(Ibrahim: 24-25).

This means that the history of Islam stems from a doctrine that is understood and developed by humans who then grow like a tree, the life (Syajarah). Tree and then provide benefits (grace) or fruit to the man with the law and the will of God. The history of Islam is the interaction between values and practices of human life is sheltered by the will and the law of God.

Wednesday, August 26, 2009

Jemaah Islamiyah and Its Offshoots (Part II)

JI is believed to operate in much the sane networked manner as al-Qaeda. The organization’s structure comprises the following: (1) a central command (qiyadah naraziah), which is part of a wider governing council (majlis Qiadah); (2) a hard core of dedication jihadists (number vary greatly by source); and (3) a wider associate base that is drawn from both established insurgent militant organization an loosely connected radicals scattered across the region. According to a 2003 Singapore Government White Paper, these cadres are organized into specific territorial cells, known as mantiqis that cover the following areas:

· M1: Singapore, Malaysia (except Sabah) and Southern Thailand
· M2: Indonesia (except Sulawesi and Kalimantan)
· M3: Sabah, Sulawesi, Kalimantan, and Southern Philippines
· M4: Australia and the Indonesian province of Papua (Irian Jaya).

JI came to the world’s attention in December 2001, when a major international terrorist plot was uncovered in Singapore that was to have involved the bombings of U.S. Navy vessels docked at the Changi Nava Base, the ministry of Defense, a shuttle bus serving the Sembawang Wharves and Yishun subway, the British and Australian High Commission, the U.S. and Israeli embassies, an commercial complexes housing American firms. The plan came to light when the Singaporean intelligence service, which had been monitoring the JI cell, arrested the members to disrupt the attacks. Subsequently, a videotape and notes reconnaissance of potential target in Singapore were found in the house of al-Qaeda military leader Mohammad Atef in Kabul (Atef was killed in U.S. air strike).

The actual mechanics of the Singapore operation, which intelligence authorities estimate took two years of planning, fell to the late Fathur Rohman al-Ghozi (a senior JI bom maker closely tied to the Moro Islamic Liberation Front (MILF) who was killed by Filipino forces in 2003 after his escape from a Manila prison) and Mohammed Jabara. Working under the respective aliases of “Mike” and “Sammy”. The two JI members coordinated a local reestablished cell of militants. Helping to select appropriate target and fine-tune the logistics for the planned bombing.

Although the Singapore plot was thwarted, several other terrorist attacks have been directly linked to JI since 2000. these include a series of near-simultaneous bombing that killed 22 people in the Philippine capital in December 2000; 38 church explosions in Indonesia the same month; a further string of attacks in Manila in 2002; the October 12, 2002, Bali bombing-rivaled only by the Madrid train bombing of March 11, 2004, as the worst act of international terrorism since the September 11 attacks; a suicide attack on U.S.-owned Marriott Hotel in Jakarta on August 5,2003, that killed 13 people and left dozens injured; a car bombing outside the Australian embassy in Jakarta on September 9, 2004, that killed on October 1, 2005, that killed 23 people, including the three perpetrators.

The sequence of attacks suggests a one year cycle for executions, although the planning might have gone on a longer period. The methods of the first three attacks involved car bombs. However, the lack of success of the JW. Marriott and Australian embassy attacks, where all casualties except for one were Indonesian, might explain the abandonment of cars as the method of delivery for the explosives in favor of bomb carried in backpacks by suicides bombers. This method allows the terrorist to target their attacks more precisely on establishments frequented by foreigners and those catering to them.








Wednesday, August 19, 2009

Jemaah Islamiyah and Its Offshoots (Part I)

Long before the appearance of the global jihadits movement, the activities of variety of internal ethno-nationalist and religious militant groups posed one of the most significant threats to polities of the Southeast Asia region. During the 1990s, the residual threat posed by sub state extremism had risen-both in reactions to the modernizations pursued vigorously by many Southeast Asian state and as a result of radical influence from the Middle East and South Asia. Jemaah Islamiyah (JI), a network that connects militants in Indonesia, the Philippines, Malaysia, and Thailand, today poses main the main regional terrorist threat in Southeast Asia. JI is considered part of al-Qaeda’s international terrorist network, but it is in fact a distinct organization with its own objectives and localized goals. The group, which operates solely within Southeast Asia, seeks to establish a pan-Islamic state in that region comprising Indonesia, Malaysia, Singapore, and the Muslim areas of the Philippines and Southern Thailand.

After the arrest of militants following the Bali I, Jakarta Marriott Hotel I, Australian Embassy, The Bal II, and nearly Jakarta Marriott Hotel II bombing in Indonesia, there appears to increased dissension within JI. And related terrorist offshoots have newly surfaced, according documents seized by the Indonesian Authorities, one of the key JI operatives still at large. The Malaysian Noordin M. Top, is named as the leader of group named Tanzim Qai’dat al-Jihad, or Organization on the base of Jihad. These offshoots are probably not new organizations but merely regroupings of militants around different nuclei within JI.

JI’s ideological root that back to the Darul Islam rebellion in Indonesia. Lasting from the late 1940s to the early 1960s, the rebellion informed the thinking of radical Indonesian Muslims. The cofounders of the organization were two Indonesian clerics, Abdullah Sungkar and Abu BAkar Ba’ayir. In early 1970s, the two established Islamic Boarding School (pesantren) in Ngruki, Central Java, that became one of fountainheads of Islamic radicalism in Indonesia-the so-called Ngruki network. From 1978 to 1982 the two were imprisoned by the Soeharto government. After their release, they moved to Malaysia, where they came in contact with an Indonesian al-Qaeda operative and veteran of the Afghan war, Riduan Isamuddin, alias Hambali. Hambali is the only southeast Asian Member of the shura or central council of al-Qaeda, provided the link between the indigenous Indonesian Radical and al-Qaeda. He was also the chief conduit for fund from al-Qaeda to JI. Another key figure was Mohammed Iqbal Abdur Rahman (alias Abu Jibril), an Indonesian national who, before his arrest in Malaysia in 2002. is alleged to have been head of training for al-Qaeda in Southeast Asia. A map of the region is shown in figure.

Following the collapse of Soeharto’s government in 1998, Sungkar and Ba’asyir returned to Indonesia. In 1999, Sungkar died and Ba’asyir became the emir or spiritual leader of the organization. Ba’asyir established the Majlis Mujahidin Indonesia (MMI) in yogyakarta, a religious organization that analysts within and outside Indonesia believe serves as a political cover for JI’s political activities. After the Bali bombing of October 12, 2002, Ba’asyir was charged and convicted of immigration law violations. He was subsequently released by a judge, but immediately rearrested on terrorism charges and, at the time of writing, remains in police custody. Ba’asyir denies any association with JI or its terrorist agenda.

It is believed that JI began establishing cells across Southeast Asia in collaboration with al-Qaeda as early as 1993. regional intelligence source have identified two figures as central to the group’s early recruitment and placement efforts: hambali, a veteran of the anti-Soviet campaign in Afghanistan who before his capture was thought to have acted as bin Laden’s main point of contact in the region; and abu Jibril who, as noted above, is alleged to have been “head of training” for al-Qaeda in Southeast Asia. Hambali was captured in August 2003 in Ayutthaya, Thailand, and is believed to be in U.S custody. Abu Jibril was arrested in Malaysia in June 2001, where he remained in prison until he was deported to Indonesia in May 2004. Indonesian prosecutors initially accused him of involvement in several bombing in Indonesia but later dropped the charges because of lack of evidence. He is currently active in MMI. Two key JI operatives responsible for Bali bombing, Imam Samudra and Mukhlas (alias Ali Gufran), Hambali’s reflacement as operational chief , were captured, tried, and sentenced to death. Another high-profile terrorist, JI’s top bom-marker Dr. Azahari Husain, and two subordinates were killed in a polise raid on their hideout near the east javan town of Malang in November 2005. still at large are Noordin M. Top; Zulkarnaen, reported to be the current JI operational chief; Dulmatin, an electronics specialist known for his bom-making expertise; and Umar Patek, a recruitment and training expert. (The last two are believed to be hiding out in Mindanao).





Tuesday, August 18, 2009

my mind

Stop dreaming, we live here, now. consistent, work for the salvation of mankind

Wednesday, August 12, 2009

NOORDIN M TOP "Sang Abu Jundal"

Menarik sekali membaca tulisan opini republika edisi jumat, 7 Agustus 2009 yang berjudul “rekonstruksi dakwah/ Abdi Kurnia”. Didalam tulisan tersebut salahsatu alinea tulisannya, beliau mengasosiasikan atau memberikan sebuah gambaran aksi-aksi teror bom yg terjadi di Indonesia yang terus berulang kali selama dekade ini dan yang terakhir aksi teror di Hotel JW Marriot dan Restoran Ritz Carlton sama seperti fenomena aksi Abu jundal pada masa perjalanan sejarah Nabi Muhammad SAW, terutama masa perjanjian Hudaybiyyah.

Seperti kita tahu perjanjian hudaybiyyah yang isinya gencatan senjata antara masyarakat Muslim Madinah dengan masyarakat Musyrikin Mekkah, menurut sebagian shahabat rosul perjanjian tersebut merugikan pihak kaum muslimin dan Abu Jundal lah salah satunya. Apresiasi kekesalan abu jundal terhadap perjanjian damai tersebut, beliau melakukan aksi teror terhadap pedagang Musyrik Mekkah yang melewati jalur perdagangan menuju Syam.

Menarik jika kita persepsikan Noordin M Top adalah sosok Abu Jundal Kontemporer. Yang menjadi pertanyaan apakah ada di masa kontemporer masyarakat muslim madinah dalam koordinasi Rosulullah Muhammad SAW Yang berada di jalan allah (sabilillah, ashabul yamin, hizbullah, dien haq) dan Masyarakat Musyrik Mekkah yang dikuasai kalangan elite Quraisy Mekkah seperti abu jahal dan melalui mekanisme sistem yang diatur di darunnadwah dengan simbolisasi berhala orang-orang shaleh terdahulu seperti latta, uzza, mannat dan hubbal dan didukung system perekonomian ribawi abu lahab dan merekalah yang disebut oleh alqur’an dengan sebutan dien bathil, sabilithoghut, ashabusyimal, hizbusyaiton?

Pertanyaan kedua siapa sesungguhnya peran protagonist dan antagonistnya ? siapa kawan dan siapa musuh bahaya laten? Dan bagaimana sikap kita melihat fenomena tersebut?

Besambung………….

Monday, August 03, 2009

REFLEKSI HIJRAH

Didalam gua yang terjaring sarang laba – laba

Ruangan yang penuh denagan kekosongan

Ku berlindung dalam kuasaMu

Aku bersumpah demi jalan kebenaran

Membebaskan diri dari belenggu musuh tiran

Aku menghilang dari kampung halaman

Menuju garis kebangkitan

Membaca, beraksi, bertawakal

Bagaimana kita bangkit sendiri

Tanpa campur tangan musuh

Dan jika kita benar

Kita bisa menang dengan selamat

Di suatu tempat yang menaungi kedaulatanNya

Dan dalam genggaman kekuasaankul

ku taklukkan hamparan bumi yang terjajah

hingga seluruh hamaparan bumi menjadi kerajaanMu

Thursday, July 16, 2009

Taman Para Kekasih Allah

Aku bersandar didalam keheningan tembok ratapan Ketika itu kulihat seorang rabi meratapi dosanya Kudengar ratapannya ” oh.... jehovah maafkan aku yang telah berselingkuh dengan kekuasaan, bersama – bersama kami menjual ayat – ayatMu dengan harga murah kulantunkan musik surgawi ditelinga umat seakan – akan mereka terbang melayang mengelilingi singasanaMu, mereka benar – benar menikmatinya. sebagai wujud penyesalannya, dia benturkan kepalanya ke tembok tersebut terlihat darah segar mengalir dikeningnya aku mencoba untuk menolongnya sebagai tetangga yang baik yang telah lama hidup berdampingan di tanah leluhur ini namun apa daya aku pun diusirnya aku segera pergi dari tempat penyesalan menuju padang rumput yang subur kulihat seorang pengembala yang sibuk menuntun domba – domba sesat namun lacur nian, domba – domba itu bercerai berai hingga tersesat bahkan mendekati gerobolan serigala yang siap menyantap mangsanya hidup – hidup pengelanaan ini berakhir di padang pasir yang gersang namun ditengahnya terdapat oase pelepas dahaga yang konon menurut penduduk sekitar oase itu adalah jerih payah lari – lari kecilnya bunda hajar dan ismail anaknya kupandangi sejenak kerumunan lautan umat manusia yang mengitari batu hitam yang disucikan dengan semangat mereka kumandangkan yel – yel yang biasa ibrahim ucapkan tapi mereka adalah umat yang bodoh yang hidup tanpa kemurnian, tertindas oleh tirani setan.
perjalananpun kuakhiri di sebuah rumah yang didalamnya dibacakan lantunan ayat-ayat yang baru turun.
kondisi didalamnya sungguh sangat syahdu meskipun diluar sana begitu mencekam.
akhirnya kutambatkan hati pada sebuah generasi penerus sah estafet kerisalahan para kekasih allah
yang senantiasa bergerak tanpa henti dan terputus.

Tuesday, February 03, 2009

Siapa Tuhanmu?

Ketika kita di alam kubur apa yang kita rasakan? sesosok jasad mati yang terbungkus rapi dalam kain kafan? terkungkung dalam sebidang tanah seukuran tubuh?

apa yang kita rasakan ketika malaikatulmaut memisahkan ruh kita dari jasad dan alam dunia? bahkan rosul pun ketika dicabut, konon beliau begitu menyakitkan seperti diiris pedang, seberapa sakit jika malaikatul maut memisahkan ruh dari jasad kita? setelah itu jasad kita akan dikubur oleh sanak keluarga, tetangga dan kawan kita sambil menangisi kepergian kita dan jasad pun kembali menyatu dengan bumi, karena dulu tanah menjadi bahan dasar penciptaan kita, dan secara hakikat apa yang terjadi pada diri ruh kita? kita akan memasuki alam baru alam kubur / alam barzah namanya, apa yang akan kita alami kelak?

kita akan menyendiri disana dalam kegelapan sampai keputusan itu datang! Ma rabbuka? Siapa tuhanmu? Tiba-tiba Pertanyaan itu terucap dari dua sosok malaikat terdengar sangat mudah untuk menjawabnya! Namun di alam kubur sana teramat sulit dijawab bagi siapa saja yang dalam kesehariannya tidak menjadikan allah sebagai Rabb, satu-satunya illah nya.

Seseorang akan sangat sulit untuk menjawab tuhannya Allah, jika dalam kesehariannya lebih memperturutkan hawa nafsu atau dalam artian menjadikan nafsu sebagai tuhannya (illahu) daripada wahyu / aturan Allah.

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (45 : 23)

Seorang yang dalam kesehariannya mentaati (ibadah) aturan sebuah perangkat undang-undang / hukum positif yang dibuat oleh akal manusia, sangat tidak mungkin menjawab Tuhannya Allah ketika ditanya di alam kubur, MaaRobbuka? karena tidak hidup dalam aturan/syariat dien allah

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan (alihah) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.(42:21)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut ( QS 4 : 60)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman., ( QS 4 : 51 )

Atau bagaimana keadaan di alam kubur orang / umat yang menjadikan rahib / ulama / pakar sebagai tuhan (arbaab) artinya lebih memprioritaskan nasihat / petuah / analisa akal / nafsu rahib/ulama/pakar sebagai pedoman hidup daripada wahyu, apa yang akan dijawab ketika ditanya oleh malaikat di alam kubur MaaRobbuka?

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan (arbab) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan ( QS 9 : 31 )

Dalam keterangan hadis disebutkan bahwa adi bin hatim menyangggah bahwa beliau ketika masih menjadi seorang nasrani sama sekali tidak ruku dan sujud kepada pendeta / rahib, namun rosul menyanggahnya, bentuk peribadatan atau menuhankan pendeta adalah pendeta / rahib tsb menghalalkan apa-apa yag diharamkan allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan allah kemudian orang-orang nasrani mentaatinya, itulah bentuk peribadatan orang-orang nasrani

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan hal itu di dalam hadits hasan dari ‘Adiy ibnu Hatim, ia datang ─saat masih Nashrani─ berkata: “Kami tidak pernah mengibadati mereka”. Di sini ‘Adiy ibnu Hatim dan orang-orang Nashrani merasa tidak pernah beribadah kepada alim ulama dan para pendeta, karena mereka tidak pernah sujud dan shalat kepadanya, dan mereka tidak paham apa yang dimaksud dengan peribadatan dan pentuhanan alim ulama dan pendeta itu, maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan hal itu seraya berkata: “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya, dan bukankah mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”, maka ‘Adiy berkkata: “Ya, benar”, maka Rasulullah berkata lagi: “Itulah bentuk peribadatan kepada mereka”. Yaitu: bukankah mereka membuat hukum dan kalian mematuhi atau menyetujui dan menjadikan hukum mereka sebagai acuan?, dan ‘Adiy mengiakannya”

Atau manusia seperti fir’aun yang mengklaim sebagai robb/tuhan, apa yang akan dijawab, ketika fir'aun ditanya di alam kubur oleh malaikat, MaaRobbuka?

(Seraya) berkata:"Akulah tuhanmu yang paling tinggi." ( QS 79 : 24 )

Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat[1124] kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta." (QS 28:38)

Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan." ( QS 26 : 29 )

Ketuhanan macam apa yang diklaim fir'aun sedangkan dia memahami, dia bukan tuhan yang menciptakan langit dan bumi, fir’aun mengakui dirinya manusia, seperti dialognya musa as dengan fir’aun dalam al-Qur’an. Bahkan ketika ditimpakan azab tuhan fir'aun ini minta tolong kepada Allah Swt

Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa." ( QS 17 : 102 )

Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu." (QS 7 : 134)

Dan Orang/ rakyat / masyarakat yang loyal, taat dengan penuh kerelaan, keikhlasan hati pada thogut disebut musyrikin karena menduakan (dualisme) konsep tuhan, disatu sisi mengetahui pencipta langit dan bumi adalah Allah SWT disisi lain loyal, taat pada aturan, beribadah, bertaqwa kepada selain allah ( thogut ), merekalah orang-orang yang ketika di alam kubur sangat tidak mungkin menjawab pertanyaan MaaRobbuka? nya Allah tapi akan menjawab Thogut, konsep Tuhan Selain Allah.

Sejatinya orang-orang musyrik hakikatnya ingin menyembah / beribadah / mendekatkan diri kepada allah artinya ingin mencapai kebenaran mutlak (haq) dengan cara yang sangat simbolis melalui media perantara benda-benda mati bisa patung manusia, patung hewan, benda-benda langit, pepohonan atau perantara makhluk hidup dengan menyerahkan diri, segala urusan kehidupan untuk mencapai kebahagian, penolong hidupnya kepada sesuatu atau seseorang dengan sebuah keyakinan hal tersebut sebagai media perantara dan penyampai kepada al-Haq/Allah padahal sebenarrnya segala persangkaan, pengharapan mereka terhadap perantara tersebut hanyalah kebodohan dan hakikatnya mereka beribadah kepada syaitan.

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." ( QS 39 : 3 )

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup[689] dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah." Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?" ( QS 10 : 31 )

Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, ( 4 : 117 )

Mereka mengambil sembahan-sembahan (alihah )selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan. 36 : 74

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan (alihah) selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? (46:5)

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan (andad) selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). 2 : 165

Dapat disimpulkan jawaban-jawaban pertanyaan maarobbuka selain Allah SWT., antara lain bentuknya adalah jamak dari konsep tunggal tuhan (illah / rabb) selain Allah yakni ketuhanan (arbab, alihah,andad, thogut dll) :

a. Menuhankan hawa nafsu QS 25 : 43, 45 : 23

c. Penyembah / beribadah kepada setan dari golongan jin & manusia QS 114 : 1-3, 6 : 100, 36 : 60, 21 : 29

d. Menyeru kepada selain allah QS 22 : 60

e. Mengambil jalan tengah antara iman dan kufur QS 4 : 150-151

f. Ibadah kepada aturan rahib / pendeta / ulama / pakar ilmu QS 9 : 31

g. Ibadah kepada tuhan seperti fir’aun QS 79 : 24

h. Menyembah / mensakralkan berhala QS 39 : 3, 26 :71

i. Taat / ibadah kepada aturan / sistem / dien bathil QS 4 : 60, 42 : 21

b. Mengkultuskan para nabi dan malaikat QS 3 : 80, 5 : 72

Tuesday, January 06, 2009

Qur'an Aja Ahad Kenapa Hadis ahad Tidak Meyakinkan?

Ada dua cara untuk membaca AlQur’an ; dihafal dan dibaca. Dengan cara dihafal alqur’an menjadi terpelihara didalam hati manusia. Dengan cara dirulis alqur’an terjaga dengan adanya tulisan-tulisan tersebut. Kita dapa membacanya sesuai dengan keinginan kita dihafal dan dibaca.
Para shahabat mulai mengumpulkan ayat-ayat AlQur’an untuk dijadikan sebuah kitab – yang kemudian biasa disebut mushaf – ayat yang diklaim sebagai bagian dari AlQur’an tersebut haruis memiliki bukti tertulis dan tak tertulis.

1. tertulis
tertulis di pelepah kurma, tulang atau benda-benda lain saat itu dijadikan sebagai tempat untuk menulis.
2. tidak tertulis
ada dua orang shahabat yang hafal ayat tersebut

seluruh ayat yang dimasukkan (untuk menjadi AlQur’an) telah memenuhi dua criteria tersebut, kecuali ayat 23 dari surah al- ahzab

23. Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang Telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya),

Tidak terdapat bukti tulisan kecuali yang ada ditangan seorang shahabat. Jika mengacu pada peraturan saat itu (2 kriteria; tulisan + hafalan), ayat tersebut tidak memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam mushaf AlQur’an.
Hal tersebut menjadi bukti penjagaan Allah SWT terhaddap AlQur’an. Saat itu hanya Khuzaimah bin Tsabit R.A yang hafal ayat ini. Ketika terjaddi peembedaan pendapat di kalangan shahabat (apakah ayat tersebut dimasukkan menjadi bagia dari mushaf AlQur’an atau tidak?) mereka teringat pernyataan Rosulullah SAW tentang sosok Khuzaimah bin Tsabit R.A, Rosulullah SAW pernah bersabda “barangsiapa oleh Khuzaimah seorang diri,maka persaksiannya tersebut telah mencukupi”
Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit R.A, ia berkata “ketika kami sedang menyalin mushaf AlQur’an, ternyata satu ayat dari surah al-ahzab hilang, namun tidak ada seorang pun shahabat yang hafal a\yat ini kecuali Khuzaimah bin Tsabit Al-Anshari RA ; seorang yang dinyatakan oleh Rosulullah SAW, ‘jika Khuzaimah bin Tsabit bersaksi maka persaksiannya seorang diri sama dengan persaksian dua orang’.”
Rosulullah SAW telah memberikan keistimewaan kepada Khuzaimah dengan menjadikan persaksiannya yang seorang diri samadengan persaksian dua orang.
Kisahnya bermula ketika suatu hari Rosulullah SAW membeli seekor kuda dari orang arab. Setelah terjadi kesepakatan final dan Nabi SAW kembali ke rumahnya untuk mengambil uang pembayaran, ternyata si penjual kuda tersebut bertemu dengan beberapa orang-orang arab yang salah seorang dari mereka berniat membeli kuda tersebut (mereka tidak tahu kuda tersebut telah dibeli Rosulullah SAW). Penjual kuda tersebut lalu berkata kepada Nabi,”jika tuan tidak mau membelinya maka saya akan menjualnya.” Nabi menjawab,”bukankah tuan telah menjualnya kepada saya!” penjual kuda berkata,”apa betul saya telah menjualnya kepada tuan? Jika memang demikian, siapakah saksinya?” saat itu Khuzaimah RA angkat bicara dan berkata, “saya yang menjaddi saksi bahwa kamu telah menjualnya kepada tuan ini (Rosulullah SAW)”
Setelah permasahan jual beli tersebut selesai, Rosulullah SAW segera menemui Khuzaimah dan bertanya “bagaiman kamu dapat menyodorkan diri sebagai saksi padahal saat terjadi transaksi antara saya dengan penjual kuda tersebut kamu tak melihatnya?” Khuzaimah menjawab “saya menjadi saksi karena saya mempercayai tuan. Bagaimana mungkin kami mempercayai tuan atas semua berita yang tuan katakana dari langit kemudian kami tidak mempercayai tuan dalam masalah seperti ini?”
Setelah kejaddian tersebut Rosulullah SAW menjadikan Khuzaimah RA sebagai sosok yang persaksiannya seorang diri sama dengan persaksian dua orang.
Dengan demikian, selesailah usaha menyatukan lembaran-lembaran ayat AlQur’an – yang semula masih tercecer dan terpencar diantara shahabat – dalam bentuk sebuah mushaf. Sejak saat itu Khuzaimah bin Tsabit RA dikenal dengan gelar Dzu Syahadain (orang yang persaksiannya sebanding dengan persaksian dua orang).Rosulullah SAW yang memberikan kekhususan tersebut. Bagaimana Nabi dan Shabat Menafsirkan Al-Qur’an / Syaik Salman Audah.—Jakarta : Pustaka Azzam. h 15 – 18

Friday, July 04, 2008

MENTEROR “TUHAN-TUHAN”


Terrorist dalam oxford dictionary adalah orang yang menggunakan kekerasan yang terorganisir untuk melindungi tujuan-tujuan politik. Sedangkan dalam lisanul arab kata teror sering disebutkan rahiba-yarhabu-rahbatan dan rahaban artinya takut. Rahiba sy-syai’an artinya takut kepada sesuatu. Sedangkan dalam QS 8:60, penggunaan teror terbahasakan dalam istilah turhibuna. Ibnu katsir memahami istilah turhibuna dengan tukhawwifuna artinya kalian menggetarkan atau menakut-menakuti, bihi aduwwallahi wa aduwwakum artinya musuh alloh dan musuh kalian, musuh disini maksudnya sesuatu yang diluar islam yakni kafir, kafir disini bisa musyrikin atau ahlu kitab yahudi wa nashara.
Umat islam memegang falsafah kehidupan yang tertuang dalam al-Qur’an dan assunnah sedangkan musuh Allah dan juga musuh islam memegang falsafah kehidupan yang bersumber pada akal manusia. Itu artinya falsafah kehidupan bisa berasal dari Allah atau manusia. Seorang muslim yang bertauhid tentu memahami konsep syahadat, bahwa dia harus menafikan tuhan-tuhan ( la illah ) selain Alloh ( illalloh ), Itu artinya diluar Islam ada konsep tuhan selain Alloh, tuhan tandingan inilah yang disebut thogut.

Thogut itu sendiri memiliki beberapa maksud dan pendefinisian yang beragam yang intinya sesuatu yang diklaim setara dengan konsepsi Tuhan/ Robb / Arbaab.

Thogut bisa diartikan sesuatu ( tuhan ) yang ditaati, diibadahi selain Allah seperti berhala, Allah berfirman

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." ( QS 39 : 3 )

Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, ( QS 4 : 117 )

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (musyrik ) : "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab: "Allah." Katakanlah: "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku." Kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri ( QS 39 : 38 )

Atau dalam arti sebuah perangkat undang-undang / hukum positif yang dibuat oleh akal manusia, allah berfirman

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut ( QS 4 : 60)

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman., ( QS 4 : 51 )

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? ( QS 5 : 50 )


Atau thoghut dalam artian manusia seperti konsepsi Kristen yang menjadikan pendeta / rahib sebagai tuhan

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan ( QS 9 : 31 )

Semua thogut diatas bersumber dari memperturutkan kehendak hawa nafsu dalam berfikir dan berbuat , inilah sumber dari segala sumber kesesatan manusia menjadikan nafsu sebagai tuhan bisa karena ambisi pribadi, harta, kedudukan, kekuasaan, pengikut, wanita dll.

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, (QS 25 : 43)

Dalam keterangan hadis disebutkan bahwa adi bin hatim menyangggah bahwa beliau ketika masih menjadi seorang nasrani sama sekali tidak ruku dan sujud kepada pendeta / rahib, namun rosul menyanggahnya, bentuk peribadatan atau menuhankan pendeta adalah pendeta / rahib tsb menghalalkan apa-apa yag diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah kemudian orang-orang nasrani mentaatinya, itulah bentuk peribadatan orang-orang nasrani
“Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan hal itu di dalam hadits hasan dari ‘Adiy ibnu Hatim, ia datang ─saat masih Nashrani─ berkata: “Kami tidak pernah mengibadati mereka”. Di sini ‘Adiy ibnu Hatim dan orang-orang Nashrani merasa tidak pernah beribadah kepada alim ulama dan para pendeta, karena mereka tidak pernah sujud dan shalat kepadanya, dan mereka tidak paham apa yang dimaksud dengan peribadatan dan pentuhanan alim ulama dan pendeta itu, maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan hal itu seraya berkata: “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya, dan bukankah mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”, maka ‘Adiy berkkata: “Ya, benar”, maka Rasulullah berkata lagi: “Itulah bentuk peribadatan kepada mereka”. Yaitu: bukankah mereka membuat hukum dan kalian mematuhi atau menyetujui dan menjadikan hukum mereka sebagai acuan?, dan ‘Adiy mengiakannya”
Atau manusia seperti fir’aun yang mengklaim sebagai tuhan / robb, alqur’an memberi kabar tentang klaim ketuhanan fir’aun
(Seraya) berkata:"Akulah tuhanmu yang paling tinggi." ( QS 79 : 24 )
Fungsi ketuhanan yang diklaim fir’aun dalam artian tuhan / rob / malik sang pengatur manusia, sang pembuat hukum / Syariat sedangkan yang berhak hanya lah Allah
Fir’aun memahami dia bukan tuhan yang menciptakan langit dan bumi, fir’aun mengakui dirinya manusia, seperti dialognya Musa as dengan Fir’aun dalam al-Qur’an
Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa." ( QS 17 : 102 )
dan rakyat / masyarakat yang loyal, taat dengan penuh kerelaan, keikhlasan hati beribadah kepada thogut disebut musyrikin karena menduakan konsep tuhan, disatu sisi mengetahui pencipta langit dan bumi adalah allah disisi lain loyal, taat pada aturan, beribadah, bertaqwa kepada selain allah ( thogut )
Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidu dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah." Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?" ( QS 10 : 31 )
Seorang muslim yang bertauhid, beriman dan beribadah kepada Alloh diperintahkan untuk mengkufuri dan menjauhi thogut
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghu] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS 2 : 256 )

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). ( QS 16 : 36 )
Salahsatu bentuk aplikasi dari mengkufuri dan menjauhi thogut adalah menteror musuh alloh dan juga musuh umat islam tersebut
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). QS 8 : 60
Siapakah thogut, musuh alloh dan juga musuh islam itu ? secara sosiologis historis dalam berita shahih dari wahyu, kita mengenal Nabi Musa AS yang membawa misi tauhid melawan diktator tirani sistem ketuhanan fir’aunisme, Nabi Ibrahim AS yang menahan api tauhid dalam bara yang dikobarkan kerajaan Namrud serta Rosulullah SAW mengambil jalan oposisi dari wilayah hukum sistem musyrik mekkah dengan mendirikan sistem tauhid annubuwah di Madinah, kedua sistem tersebut masih dalam satu teritorial yakni jazirah arab, ketika itu menjadi awal sejarah menteror musuh allah dengan syariat jihad dan qital, terlibat banyak peperangan dengan musyrik mekkah yang berakhir dengan perdamaian futuh mekkah, baru setelah itu melakukan futuhat ke bumi allah lainnya seperti romawi dan Persia dll.
Sekarang siapa musuh alloh yang wajib diteror? penjelasan prinsipnya, musuh allah dan juga musuh umat islam harus memilki faktor dibawah ini :
1. Harus kafir bisa musyrik ataupun ahl kitab yahudi wa nashara,
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. ( QS 98: 6)
2. Berbentuk kerajaan atau negara yang menerapkan sistem thogut / falsafah ketuhanan ( illah ) selain allah SWT, yang zhalim, diktator tirani, yang punya armada pasukan militer seperti fir’aun, abu jahal & abu lahab di dalam musyik mekkah
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. QS 4 : 76)
3. Dalam siroh rosulullah SAW harus yang satu teritorial seperti musyrik mekkah dalam satu jazirah arab dengan madinah yang ditindaklanjuti dengan futuhat ke bumi allah lainnya seperti Romawi (barat/kapitalisme) dan Persia (timur / sosialisme komunisme )?
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. ( QS 9 : 123 )
So siapa musuh allah yang harus diteror?
Jika kita melihat perkembangan kontemporer dunia Islam akan kita temukan fenomena yang sama dalam hal aksi dan tindakan teror bahwa umat islam menjadi tertuduh, ada apa dibalik peristiwa teror yang melibatkan umat islam? Menurut hemat saya, terlepas dari benar tidaknya teori konspirasi yakni adanya campur tangan intelejen dalam aksi teror.
Aksi teror yang dilakukan oleh umat Islam murni sebagai pengamalan ibadah kepada allah, yakni menteror musuh allah sebagai konsekwensi qishas / pembalasan yang setimpal,
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih ( QS 2 :178 )
Atau sebagai upaya defensif dari invasi perang yang dilakukan oleh pihak musuh, seperti penjajahan Israel di alQuds, invasi USA dan Uni eropa terhadap irak, Afghanistan, chechnya, somalia, aljazair, dll atau secara ofensif karena alasan ideologi / aqidah terhadap kafir harby ( ahlu kitab ) atau kafir musyrik
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. ( QS 9 :29 )
Ataupun ofensif memerangi penguasa tirani, zhalim, diktator di negeri-negeri muslim yang mengaku dirinya muslim namun menerapkan hukum selain hukum allah ( thogut ) secara nyata terang-terangan ( alkufru bawaahan)
“Rosululloh SAW menyeru kami maka kami berbai’at kepada beliau, diantara
yang beliau minta kepada kami dalam bai’at itu adalah kesanggupan untuk mendengar
dan taat baik dalam keadaan ringan atau berat, dalam keadaan sulit atau mudah dan
ketika kami diperlakukan tidak adil dan agar kami tidak menggoyang kepemimpinan
seseorang, beliau bersabda: “…kecuali apabila kalian melihat kekufuran yang
nyata ( kufur bawaah ) dengan diiringi bukti yang jelas dari Alloh.”
(Muttafaq‘Alaih dgn redaksi hadits milik Muslim.)

An-Nawawi berkata: “Qodhi ‘Iyadh berkata: “Para ulama sepakat bahwa
kepemimpinan tidak boleh disandang orang kafir, mereka juga sepakat bahwa
apabila seorang pemimpin yang tadinya muslim kemudian murtad, ia harus
diturunkan,” “kalau kemudian ia murtad (melakukan tindakan kufur), mengubah
syari’at atau melakukan kebid’ahan, maka ia telah keluar dari hukum hak
berkuasa, gugurlah kewajiban mentaatinya, kaum muslimin wajib memerangi
dan menurunkannya serta mengganti dengan pemimpin (muslim) lain yang adil
jika itu memungkinkan. Jika tidak bisa dilakukan kecuali dengan membentuk
kelompok, maka kelompok tersebut wajib berjuang mengganti pemimpin yang
telah kufur tersebut. Untuk ahli bid’ah, hal itu tidak wajib kecuali benar-benar
yakin mereka sanggup melawannya. Demikian juga ketika dalam kondisi belum
mampu, itu tidak wajib dilakukan dan hendaknya seorang muslim berhijrah
menyelamatkan agamanya ke negeri lain.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/229)
dan penguasa / Negara yang loyal kepada darul kufur seperti USA, Eropa dll
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. QS 5 : 51
penguasa tersebut bisa terkategori murtad atau musyrik menduakan tuhan dalam pembuatan hukum yang seharusnya wewenang allah sedangkan konskwensi murtad dan syirik adalah dibunuh jika dalam 3 hari tidak tobat.
“Dan Musyrikin Quraisy protes bahwa Rasulullah “Menghina ide kita, mengejek nenek moyang kita, merendahkan agama kita, merendahkan martabat kita, dan menghina tuhan-tuhan kita.” Dan setelah mereka berkata demikian, Rasulullah menjawab, “Dengarkanlah wahai sekumpulan Quraisy! Aku bersumpah demi jiwaku yang berada di genggaman-Nya! Sungguh aku telah datang untuk membunuh kalian.” (Musnad Imam Ahmad; Muhadits Muhaqqiq Ahmad Shakir menggolongkan hadits ini sebagai Hadits Shahih].
Dalam sejarah umat islam bangsa Indonesia tentu kita ingat bagaimana bangsa penjajah Belanda menjuluki pejuang kemerdekaan umat islam bangsa Indonesia dengan sebutan inlander, pemberontak, ekstrimis kanan, fundamentalis dll. Padahal merekalah yang dalam kurun waktu 350 thn menjajah, merampas kekayaan alam, memperbudak umat Islam bangsa Indonesia.
Ketika itu yang dianggap pemberontak, ekstrimis kanan, fundamentalis adalah nama-nama yang harum sebagai pahlawan seperti pangeran diponegoro yang mengumandangkan jihad di perang bubat memerangi Belanda dan antek-anteknya dikalangan pribumi karena tidak rela tanah, rakyatnya dijajah, dirampas, ditindas atau di Sumatera Barat Tuanku Imam Bonjol dalam perang paderi yang memerangi Belanda dan kaum adat pribumi atau di Aceh ada Tengku Umar dan Cut Nya Dien dan banyak ratusan nama mujahidin nusantara lain yang mengumandangkan teror terhadap penjajah, perlu dicatat bahwa ketika itu penjajah Belanda melakukan penjajah mendapat dukungan loyalitas dari kalangan penguasa pribumi yang rakus akan kepentingan duniawi.
Adapun sekarang kondisi negeri-negeri muslim tidak jauh berbeda dengan sejarah masa silam. Sebagian negeri-negeri muslim terjajah secara fisik oleh invasi asing namun ada juga yang secara non fisik seperti penjajah secara ekonomi, budaya dan ideologi sedangkan kondisi semua negeri-negeri tersebut terpecah belah menjadi beberapa negara kecil dengan sistem adaptasi, adopsi dari thogut kafir atau hikmah dari dunia barat, hal inilah yang menjadi indikator kekufuran yang nyata (al-kufru bawaahan) dengan penguasanya yang secara jelas-jelas loyal pada kepentingan asing dari dunia timur maupun dunia barat dengan perusahaan multinasionalnya, logikanya mungkin secara historis dan normatif melakukan teror, memberontak dan mengangkat senjata terhadap kholifah yang secara legal sah secara syar’ie yang jelas-jelas menampakkan kekufuran yang nyata (al-kufru bawah) dibolehkan apalagi sekarang bukan khilafah / daulah islam lebih urgen dan wajib lagi untuk menteror, memberontak, mengangkat senjata dan revolusi kepemimpinan.