Showing posts with label Puitis Munitisme. Show all posts
Showing posts with label Puitis Munitisme. Show all posts

Saturday, September 26, 2009

Pray of Love

Allohumma Inni As'Aluka Hubbaka Wa Hubba Man YuHibbuka Wa Hubba Yuballighunii Hubbak


==========================================================


Ya Allah sesungguhnya aku memohon cintaMu dan cinta orang yang mencintaiMu serta cinta orang yg menyampaikan cintaMu

Tuesday, August 18, 2009

my mind

Stop dreaming, we live here, now. consistent, work for the salvation of mankind

Monday, August 03, 2009

REFLEKSI HIJRAH

Didalam gua yang terjaring sarang laba – laba

Ruangan yang penuh denagan kekosongan

Ku berlindung dalam kuasaMu

Aku bersumpah demi jalan kebenaran

Membebaskan diri dari belenggu musuh tiran

Aku menghilang dari kampung halaman

Menuju garis kebangkitan

Membaca, beraksi, bertawakal

Bagaimana kita bangkit sendiri

Tanpa campur tangan musuh

Dan jika kita benar

Kita bisa menang dengan selamat

Di suatu tempat yang menaungi kedaulatanNya

Dan dalam genggaman kekuasaankul

ku taklukkan hamparan bumi yang terjajah

hingga seluruh hamaparan bumi menjadi kerajaanMu

Thursday, July 16, 2009

Taman Para Kekasih Allah

Aku bersandar didalam keheningan tembok ratapan Ketika itu kulihat seorang rabi meratapi dosanya Kudengar ratapannya ” oh.... jehovah maafkan aku yang telah berselingkuh dengan kekuasaan, bersama – bersama kami menjual ayat – ayatMu dengan harga murah kulantunkan musik surgawi ditelinga umat seakan – akan mereka terbang melayang mengelilingi singasanaMu, mereka benar – benar menikmatinya. sebagai wujud penyesalannya, dia benturkan kepalanya ke tembok tersebut terlihat darah segar mengalir dikeningnya aku mencoba untuk menolongnya sebagai tetangga yang baik yang telah lama hidup berdampingan di tanah leluhur ini namun apa daya aku pun diusirnya aku segera pergi dari tempat penyesalan menuju padang rumput yang subur kulihat seorang pengembala yang sibuk menuntun domba – domba sesat namun lacur nian, domba – domba itu bercerai berai hingga tersesat bahkan mendekati gerobolan serigala yang siap menyantap mangsanya hidup – hidup pengelanaan ini berakhir di padang pasir yang gersang namun ditengahnya terdapat oase pelepas dahaga yang konon menurut penduduk sekitar oase itu adalah jerih payah lari – lari kecilnya bunda hajar dan ismail anaknya kupandangi sejenak kerumunan lautan umat manusia yang mengitari batu hitam yang disucikan dengan semangat mereka kumandangkan yel – yel yang biasa ibrahim ucapkan tapi mereka adalah umat yang bodoh yang hidup tanpa kemurnian, tertindas oleh tirani setan.
perjalananpun kuakhiri di sebuah rumah yang didalamnya dibacakan lantunan ayat-ayat yang baru turun.
kondisi didalamnya sungguh sangat syahdu meskipun diluar sana begitu mencekam.
akhirnya kutambatkan hati pada sebuah generasi penerus sah estafet kerisalahan para kekasih allah
yang senantiasa bergerak tanpa henti dan terputus.

Friday, April 18, 2008

ESTAFETA

kami adalah pewaris manusia surgawi
yang ditakdirkan turun ke bumi
mendiami wilayah terasing
memikul beban kepemimpinan
kami hidup hanya untuk percaya dan taat
dan melanjutkan pertarungan
melawan tipu daya kekekalan
dan permusuhan dengan pembangkang kemuliaan kami

ini adalah jalan para leluhur kami yang shaleh

bersambung

Friday, March 30, 2007

RISALAH LANGIT

Bangunan bersaudara
Yang menjadi pangkal keraguan dalam hati
Terkecuali bila hati ini hancur
Tentu hal itu menjadi menjadi sebuah keyakinan
Hancurnya kedigdayaan
Ataukah ini hanya sekelumit konspirasi
Entah!!! Yang jelas bangunan bersaudara yang kokoh itu
Telah jatuh bersama – sama dengan penghuninya kedalam neraka jahanam
Bangunan bersaudara hancur diterjang dua burung phoenix perak
Yang dengan mudah menyerang segala bentuk tekanan
Yang dibawa dua bersaudara yang dipersiapkan oleh bangsa raja – raja
Telah diwahyukan di dunia, akan terjadi guntur yang berturut – turut yang luar biasa
Setelah runtuhnya bangunan dua bersaudara di tepi jurang karena kekacauan